Kamis, 12 Maret 2015

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS )

      Metode Terpadu Balita Sakit (MTBS) adalah suatu pendekatan yang terintegrasi / terpadu dalam tatalaksana balita sakit dengan fokus kepada kesehatan anak usia 0-5 tahun (balita) secara menyeluruh, MTBS bukan merupakan suatu program kesehatan tetapi suatu pendekatan  / cara menatak\laksanakan balita  sakit dan juga suatu upaya yang ditujukan untuk menurunkan kesakitan dan kematian sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan anak balita di unit rawat jalan kesehatan dasar seperti Puskesmas, Pustu, Polindes, Poskesdes, dll.Badan Kesehatan Dunia WHO telah mengakui bahwa pendekatan MTBS sangat cocok diterapkan negara - negara berkembang dalam upaya menurunkan kematian, kesakitan dan kecacatan pada bayi dan balita.
          Praktek MTBS memiliki 3 komponen khas yang menguntungkan yaitu :
a.  Meningkatkan keterampilan petugas kesehatan dalam tatalaksana balita sakit ( petugas kesehatan non-
     dokter yang telah terlatih MTBS dapat memeriksa dan menangani pasien balita ).
b.  Memperbaiki sistem kesehatan ( banyak program kesehatan terintegrasi didalam pendekatan (MTBS ).
c.   Memperbaiki praktek keluarga dan masyarakat dalam perawatan dirumah dan upaya pencarian 
      pertolongan balita sakit (berdampak meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pelayanan 
      kesehatan) .

Mengapa MTBS sangat cocok untuk diterapkan di Puskesmas ?
      Pada sebagian besar balita sakit yang dibawa berobat ke Puskesmas keluhan tunggal kemungkinan jarang terjadi, menurut data WHO tiga dari empat balita sakit seringkali banyak keluhan lain yang menyertai dan sedikitnya menderita 1 dari 5 penyakit tersering pada balita yang menjadi fokus MTBS,semua aspek /kondisi yang sering menyebabkan keluhan anakakan ditanyakan dan diperiksa.

Bagaimana cara menatalaksana baalita sakit dengan pendekatan MTBS ?
      Petugas memakai Toool yang disebut Algoritma  MTBS untuk melakukan penilaian /pemeriksaan dengan cara menanyakan kepada orangtua /wali, apa saja keluhan-keluhana/ masalah anak kemudian memeriksa dengan cara lihat dan dengar atau lihat dan raba, setelah itu petugas akan mengklasifikasikan semua gejala berdasarkan hasil tanya-jawab dan pemeriksaan dab petugas akan mementukan tindakan / pengobatan.
Tindakan yang dilakukan dapat berupa :
a. Mengajari ibu cara pemberian obat oral dirumah.
b. Mengajari ibu cara mengobati infeksi lokal dirumah.
c. Menjelaskan kepada ibu tentang aturan - aturan perawatan anak sakit dirumahselama anak sakit.
d. Memberikan konseling bagi ibu tentang makanan dll.
e. Menasehati ibu kapan harus kembali kepada petugas kesehatan.









Referensi :
1. Departemen Kesehatan RI,2008,Modul MTBS Revisi tahun 2008.
2. Direktorat Bina Kesehatan Anak,Depkes,salah satu materi yang disampaikan pada pertemuan Nasional Program Kesehatan Anak ,2009.
3. Manajemen Terpadu Balita Sakit.
 4. Bid. Diah Widyatun,SST,2012,Semarang.
 






ALASAN SAYA MASUK DIV PENDIDIK

      Setelah saya lulus dari DI kebidanan saya bekerja sebagai PNS di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang di Puskesmas Mauk dan untuk meningkatkan ilmu tentang kebidanan serta menyikapi isu bahwa bahwa ditahun kedepannya bidan yang boleh praktek harus lulusan DIII saya melanjutkan pendidikan DIII di Rangkas Bitung dan lulus tahun 2003.setelah lulus saya kembali bekerja di Puskesmas Mauk untuk mengaplikasikan ilmu yang telah saya terima di DIII kebidanan .
      Pada tahun 2011 saya diangkat menjadi Kepala Tata Usaha di Puskesmas Mauk dengan persyaratan saat itu pendidikannya DIII dan saya diterima .pada suatu hari kepala Puskesmas saya memanggil saaya dan memotivasi saya untuk melanjutkan sekolah ,beliau khawatir ditahun yang akan datang pendidikan sebagai kasubag TU harus S1 dan beliau menyarankan saya untuk melanjutkan pendidikan sesuai dengan latar belakang pendidikan saya di SK PNS yaitu Bidan dan akhirnya saya termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke DIV Bidan Pendidik.saya bingung kampus mana yang akan saya pilih ,saya mencari informasi dan akhirnya berkat informasi dari teman - teman Puskesmas yang memang alumni dari Bina Permata Medika akhirnya saya memutuskan masuk DIV pada Bina permata Medika karena di BPM menerima mahasiswa yang bekerja dan juga menurut info yang saya terima di BPM ini kualitas nya bagus dan para dosennya baik dalam membimbing mahasiswa dan mengerti akan kesibukan mahasiswanya mengingat saya bekerja pada Instansi Pemerintahan tapi saya ingin sekali melanjutkan sekolah.
      Setelah saya memutuskan untuk kuliah di DIV bidan pendidik inin suami dan anak - anak saya sangat mendukung secara moril baik melalui dukungan , semangat serta doa bahkan mengantar saya untuk mendaftar kuliah, selain itu saya juga ingin meningkatkan ilmu saya tentang bidan pendidik karena di Puskesmas sering ada mahasiswa DIII yang praktek dan dengan mengikuti DIV pendidik ini sebagai bekal saya untuk menjadi CI dilapangan.
    Smoga saya dapat menyelesaikan pendidikan DIV Bidan Pendidik ini tepat waktu dan tidak mengecewakan suami dan anak - anak saya yang saya sayangi.